CS vs Kurir

cs-kurirKisah ini di mulai dari mendengar keluh kesah rekan kerja di kantor yang sedang mengurus ‘Bank Garansi dengan surat keberatan dari Bea Cukai’ via Bank Mandiri cabang Ruko Roxy Mas. Beberapa kali dikeluhkan CS Bank Mandiri yang melayani sangat kurang ajar, tidak profesional dan tidak membantu. Kantor saya mendapatkan bantuan dari vendor untuk mengurus ‘Bank Garansi’ tapi tidak dibantu dengan baik oleh CS Bank Mandiri. CS seakan-akan meremehkan dan menyuruh-nyuruh apa yang harus dilakukan oleh vendor.


Saat keluh kesah berlanjut di kantor, saya nyeletuk ‘Komplain aja langsung, atau lewat online’. Dan teman saya menjawab ‘Kasihan, dia cuma pegawai, nanti kenapa-napa lagi, di mutasi atau di pecat’. Wah, baik sekali, dalam hati saya. Tapi mulut saya ingin mengingatkan rekan saya itu untuk kejadian lainnya, yang berkenaan dengan Kurir Galon Air Mineral. Apa hubungannya??? Haahahaaa, maaf, maaf. Saya jelaskan sekarang. Pernah ada kejadian yang menurut saya agak kelewat batas yang dilakukan rekan kerja saya, dan sekarang terbalik 90″ dari kejadian lalu.

Rekan kantor saya tersebut memesan galon air mineral untuk minum karyawan kantor. Pada saat kurir mengirimnya, ada kesalahpahaman, karena galon tidak dinaikkan ke kantor kami (lantai 4) dan rekan saya meminta kurir untuk mengangkatnya keatas. Saya tidak jelas apa yang dikatakan atau raut muka kurir, karena lain ruangan dengan rekan kerja saya itu. Jadi cuma menguping, dan itu tidak disengaja, karena ruang kantor yang terbatas. Rekan saya itu lantas menelpon kantor pengiriman galon air mineral tersebut dan melaporkan kejadian dan melakukan komplain terhadap kurir tersebut. ‘Maaf, ini yang ngirim galon sekarang ke kantor saya, besok saya gak mau lagi orangnya ngantar kemari, saya mau ganti kurir lain saja’, kira-kira begitu yang rekan kerja saya ucapkan. Wah, saya merasa kasihan sekali kepada kurir tersebut. Dengan penghasilan dan pekerjaan biasa-biasa saja, dia mudah sekali mendapat kesusahan. Dan saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena waktu kejadian itu saya anak baru di kantor, jadi tidak bisa mem-bercandakan suasana tersebut.

Makanya saya jadi bingung, kenapa CS Bank Mandiri yang jelas-jelas lebih menyusahkan dan kurang ajar (sampai menyuruh orang vendor – Bapak Yudi untuk menemui Bapak Hartono – pejabat Bea Cukai) tapi bisa dimaafkan dan tidak diajukan komplain terhadapnya, tapi malah kurir yang kerjanya hanya mengantar air galon langsung di ultimatum? Dan tetap sama, saat kejadian itu saya tidak bisa berbuat apa-apa, karena saat rekan saya itu mengeluh, ada staf lain di sana (dan ikut mengasihani sang CS Bank Mandiri) dan saya tidak tega mengingatkan rekan kerja saya atas perbuatannya yang tidak berprikemanusiaan dan tidak berperasaan waktu sebelumnya, lebih-lebih terhadap orang kecil.

komplain

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

rss facebook twitter
Designed by PVC Ramen - For Coupons, Gaming and Aluminium Ramen
www.000webhost.com