Kenapa belum kawin (lagi)?

belum-kawinEmangnya kenapa?

Apa kalau hari ini sang perempuan ketemu sang lelaki, saling suka, dan mereka berdua make love alias berhubungan badan terus hamil, apa jamin mereka akan ke KUA? “Yah, gak gitu, perkenalan dululah, masa langsung gituan”. Oke, perkenalan 1 – 5 tahun, jamin lanjut terus? Terus kalau udah ke KUA, emang pasti lanjut sampai modar? Weleh-weleh, bikin senewen…

Urusan mulut manusia memang mereka sendiri yang akan menanggungnya nanti di hari keadilan bagi semua umat manusia. Kadang orang-orang yang sudah kawin merasa dirinya paling berbahagia dan sempurna sehingga bisa ngomong seenaknya. Kadang dengan muka bangga, mereka menyuruh untuk tahajud (muslim), ke gereja (kristen), sembahyang di pura (hindu), dan sembahyang di wihara (budha). Mereka merasa bahwa setelah mereka melakukan itu semua, do’a terjawab. Astaga-naga!!! Emangnya kalau manusia beribadah harus bilang2? Emangnya kalau sudah beribadah dan belum berhasil harus bilang juga? Apakah karena do’a tidak terjawab lantas bukan hamba yang baik dan beriman? Bukankah ada pepatah orang (katanya) bijak bahwa Tuhan yang Maha Tahu apa yang hamba-Nya butuhkan? Kalau hamba-Nya tidak membutuhkan pasangan hidup apa mesti di kasih?

kapan

“Yah, jadi gak pernah ngerasain make love, dong”. Anjrit, masa itu maksudnya. Kalau begitu doang mah gampang atuh, mudah sekali, banyak single yang halus dan mulus, siap sedia! “Yah, jadinya gak halal dong”. Mungkin, kalau ada aturan tersebut dalam agama yang dianut. “Yah, gak ngerasain punya anak, payah”. Weleh, ente hidup di jaman apa bro and sis? Udah ada bayi tabung, suntik sperma dan lain sebagainya. Emangnya kalau nikah pasti bisa hamil?! Wah, lo buat sedih orang yang nikah halal tapi gak hamil2. Masiiiiiihhhh aja ingin menjatuhkan orang lain. Astaga-gajah!!! “Yah, udah kali. Gitu aja tersinggung. Gw kan cuma kasih fakta”. Fakta, 90% pernikahan tidak asli dan tidak bahagia. Pernikahan banyak campur tangan dan iming-iming (harta, tahta, wajah, hawa nafsu, …… cinta suci) hal lain yang tidak berhubungan dengan kesucian pernikahan. Fakta itu maksud lo??? “Ih, gw gak nyangka punya temen kok sensitif banget. Mending gak usah temenan lagi deh”. Kebetulan, gw mau beli boot baru, tolong balikin uang yang lo pinjam 2 bulan lalu buat beli buku sekolah anak lo. Hahahaaaa, emang kata2 ini yang ditunggu2. Bukannya selama temenan, yang lo omongin cuma (kesenangan dan kesusahan) diri lo dan keluarga lo.

kapan-kawin

Akhirnya, perkenalan lama sampai bertahun-tahun masih belum jodoh, siapa yang bisa di salahkan? Manusianya? Atau dewa (kalau beneran ada) CUPID yang kehabisan panah asmaranya? Atau Tuhan Yang Maha Melihat dan Adil yang membuat hamba-Nya yang tidak menikah selalu mendapat sindiran dari orang di sekeliling mereka? Pernah saya bertanya kepada teman saya yang sudah menikah, yang selalu dengan bangga memamerkan foto2 berpasangan. Apakah kalau kamu bahagia akan membagi kebahagiaan kamu dengan orang lain? “Tentu saja, gw seneng lo seneng, kita kan BFF”, jawab mereka dengan antusias. Bulan berikutnya, kembali saya tanya, apakah kamu bahagia dengan suami kamu yang tampan dan kaya itu? “Ya, iyalah. Seneng banget”, dengan kening berkerut dan kulit wajah tidak terurus teman saya tersenyum. Aminn, jawab saya. Jadi kapan kamu mau membagi kebahagiaan itu dengan teman kamu yang lainnya? “Maksudnya?”, mulai melotot dengan pangkal hidung semakin berkerut. Ingat gak kalau kemarin pernah bilang “bahagiamu, bahagiaku”. Nah, sekarang kamu lagi bahagia, berbagilah seperti katamu waktu itu.
mulut-manyun

Dengan mata semakin melotot dan mulut manyun, akhirnya teman saya mulai ingat kejadian sebulan terakhir. Dia tidak berkata apa2 lagi dan saya cuma tersenyum. Saya berharap agar dia (dan orang2 yang merasa beruntung dapat menikah) tidak perlu mengurusi saya atau semua orang yang belum menikah, karena pernikahan adalah rahasia Tuhan Yang Maha Perkasa dan Maha Adil. Saya percaya, Tuhan akan memberikan apa yang hamba-Nya butuhkan dan bukan apa yang hamba-Nya inginkan. Apa kamu memperhatikan bahwa semua orang diberikan kelebihan dan kebahagiaan dalam bentuk berbeda? So, guys, kalau memang kalian bahagia atau malah tidak bahagia, berbagilah giliran dengan orang lain yang ingin merasakan kebahagiaan dan kesusahan kalian dalam pernikahan sebelumnya.

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

rss facebook twitter
Designed by PVC Ramen - For Coupons, Gaming and Aluminium Ramen
www.000webhost.com