Ngangkot (Ngangkang)

angkotnew1Beberapa waktu yang lalu, driver di kantor tempat saya pernah kerja sedang asyik berbincang2, kebetulan saya lewat dan nimbrung perbincangan yang ternyata memang mengasyikkan tersebut.

“Ya, mba. Masa, itu cewek gak berhenti2 narik2 roknya. Yaelah, rok sependek itu biar ditarik gak bakalan bisa nutupin pahanya yang udah dipamerin itu, yang ada malah robek, malah tambah berabe kan”. Hohoho, jadi itu toh yang dibicarakan. Sangat menarik sekali! Trus, kenapa dia narik2 roknya, emang ada yang pelototin dia? “Saya ngeliatin dia, mba. Masa udah di kasih gratis gitu gak di lihat, saya masih manusiawi, walaupun itu paha gak bagus2 amat. Siapa suruh ngasih musibah ke diri sendiri” Ngakak saya jadinya.

angkotnew
Bener banget. Bang, kenapa itu cewek repot narik2 dan melotot ke Abang itu karena Abang bukan orang yang dia tuju. “Maksudnya, mba? Saya gak ngerti.” Begini. Saya bekerja dari pagi sampai sore di kantor ini dengan dandan biasa2 aja, itu karena tidak ada orang di kantor ini yang menarik perhatian saya, makanya santai jadinya. Nah, kemungkinan cewek itu ada orang yang dia taksir jadi semaksimal mungkin dia mau nunjukkin ke itu orang, ‘ini loh gue’. Kenapa ada perempuan yang berdandan cantik di kantor, dan sopan dengan orang tertentu saja, itu karena orang itu tujuannya, goalnya. Si cewek ingin memberikan dirinya dengan memperlihatkan bagian dirinya yang diyakinkan akan menarik sasaran.

angkotnew2

Hahahaaaa. Kita semua ngakak jadinya. “Bener juga yah mba, dia melotot sama saya padahal saya gak ngorek2 rok dan isinya.” Ya, bang, saya tahu. Sering lihat kan, perempuan yang nempel banget waktu naek motor? Itu sebenarnya ada rencana terselubung, padahal tanpa perlu menempelkan dada ke punggung dan selangkangannya ke pinggul sang lelaki, perempuan itu tetap bisa duduk aman di atas motor. Sang perempuan ingin memikat sang lelaki dengan tubuhnya, dia berharap memiliki sang lelaki itu dan membuat di lelaki bertekuk lutut. Pada saat itu, tidak ada satu nasehatpun yang akan didengar, karena birahi sudah memuncak. Yang ada dipikiran hanya sentuhan dari lelaki itu, untuk membalas pelukan erat dari arah belakang. Kalau lelaki normal yang kurang beriman, pasti kebelet itu jadinya.

Pernah memperhatikan gak, kalau orang lagi pacaran kadang kok bisa mendua padahal waktu dia masih jomblo, boro2 ada yang ngelirik. “Weiikss, kenapa emangnya tuh, mba?” Karena, bang, orang yang sedang pacaran itu lebih rajin menyayangi dirinya dengan mandi lebih bersih, pakai minyak wangi, ke salon, sikat gigi, dengan harapan pacarnya senang berada didekatnya. Nah, karena perubahan yang sangat menonjol itu, otomatis wajah orang yang sedang pacaran bahagia terlihat lebih menarik. Itulah mengapa ada yang sedang berpacaran akhirnya malah ditaksir oleh orang lain. Padahal semua itu cuma sebab akibat. “Ah, bisa aja, mba.” Beneran, bang. Untuk yang sudah berumah tangga, sang suami menjadi gendut atau kurus dan tidak menarik itu karena trik sang istri yang tidak ingin suami mendapatkan simpati wanita lain. So, kalau melihat dalam kehidupan rumah tangga kedua pasangan (suami dan istri masih PD, cantik dan tampan), itulah pasangan yang sesungguhnya jatuh cinta, uban tidak merubah mereka berdua, malah semakin membuat mereka mempesona. Loh, kok jadi melebar yah, heheheee… Tapi itu cuma menurut saya loh…

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

rss facebook twitter
Designed by PVC Ramen - For Coupons, Gaming and Aluminium Ramen
www.000webhost.com