Serangan Konde

kondeSetiap hari dan jam kerja, saya senang bertemu dan memperhatikan para jilbaber dan hijaber yang lalu lalang dan satu gerbong di commuter line yang saya naiki. Cuci mata dan menambah pengetahuan, apalagi sekarang ada TV gratis yang berisi banyak iklan dan tips di commuter line. Tips yang sering saya lihat adalah mengenakan jilbab (bukan hijab) trendy dan masa kini.

Sayangnya, di video tutorial tersebut juga mengajarkan pada jilbaber (bukan hijaber) untuk menggulung rambutnya menjadi konde dan itu sangat mengganggu di dalam gerbong. Bayangkan, dengan bentuk lekuk tubuh manusia perempuan, yang seharusnya menonjol adalah dada dibagian depan dan bokong dibagian belakang, sekarang harus ditambah dengan kepala dibagian atas. Dan tak tanggung2, tanpa merasa bersalah para konde-ers ini sering menggeleng2kan kepalanya (ada kabel headphone terlihat dibalik jilbabnya) dan menyenggol wajah orang lain yang kebetulan berada dibelakangnya.
konde3  konde1
“Loh, itukan emang nasib naik kendaraan umum, pasti ada aja kelakuan dan orang yang gak bener”. Bener juga, 100% saya setuju, karena saya menyukai jilbab dan hijab dan yang tidak saya suka adalah si pemakai jilbab (bukan hijab). “Kenapa sih dari tadi ada kalimat ‘jilbab bukan hijab’ terus?” Yah, beda dong bu dan pak. Hijab lebih kepada melindungi diri si pemakai karena benar2 menutupi dari kepala sampai kaki sedang jilbab hanya hiasan di atas kepala selayaknya topi pantai yang sering digunakan atau konde panjang yang berwarna-warni. “Hm, sok tau.” Ya, bener, daripada gak tahu tapi pura2 tahu.

Balik lagi ke kejadian konde di commuter line. Dengan ikatan yang lumayan kenceng itu, konde2 itu terus bertambah dan kalau kesenggol sedikit, sang pemilik konde menampilkan wajah asemnya selayaknya manusia tanpa konde jika menghadapi masalah. So, ternyata gak jauh berbeda dengan manusia yang memakai topi sikapnya. Sepengetahuan saya, tidak disarankan membentuk rambut saat mengenakan jilbab. “Jilbabnya kan cuma sebahu, makanya itu di sanggul”. Loh, gak ada aturan yang menghalalkan jilbab cuma sebahu. Dianjurkan jilbab menutupi tubuh bagian atas termasuk dada, dan jika memiliki bokong yang besar dan terlihat mempesona kaum adam, lebih baik lagi jilbabnya menutupi sampai bokong.
konde2

Nah, kalau jilbab sudah sampai bokong, si pemilik dengan mudah dapat mengepang atau mengikat atau menggerai rambut di dalam jilbab. “Wuiih, nanti gatal kalo gitu”. Hm, sepertinya kurang fakta kalau bilang rambut digerai di dalam jilbab bikin gatal. Sudah banyak produk untuk memperbaiki rambut berjilbab (kalau rajin merawatnya yah) dan membuat si pemakai merasa nyaman. Rambut juga tidak menyentuk kulit punggung (karena pakai baju kan) dan rapi terikat dan terbungkus jilbab.

Ini cuma uneg2 pengguna commuter line yang beberapa kali melihat si jilbab asyik bermain hp dan tidak pegangan sehingga kereta berhenti mendadak, konde dijilbabnya dengan mudah melukai orang lain. “Wah, berlebihan, muka kena konde berdarah2, gitu?” Busyet, bu, pinter amat ngomongnya, tapi kok masih jadi pegawai yah. Kalau mau terus dibicarakan, pasti tidak ada hentinya karena sifat asli manusia yang tidak bisa menerima kritikan baik secara manusiawi ataupun hewani. So, saudariku seiman dan seagama dan senegara, tampilan dirimu bisa melukai orang lain (termasuk minyak wangi berlebihan), toleransilah seperti yang sedang kamu lakukan sekarang untuk menuju kebaikan (mengenakan jilbab).

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

rss facebook twitter
Designed by PVC Ramen - For Coupons, Gaming and Aluminium Ramen
www.000webhost.com